Langsung ke konten utama

Komunikasi Produktif #4


Hari ini kami banyak melakukan aktifitas di rumah. Pagi hari,saya membersihkan area dalam rumah dan suami membersihkan area halaman. Setelah semua selesai kami bersama-sama menyiapkan sarapan dan lanjut sarapan. Setelah kegiatan pagi selesai kami pun ngobrol santai yang lumayan serius :).

Saat ngobrol, saya mengungungkapkan sifat suami yang saya kurang sukai. Setelah membaca berulang materi komunikasi produktif bunda sayang ini saya yakin inilah waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Kami berdua sudah sama-sama kenyang dan dalam kondisi yang bugar. Selain waktu yang saya perhatikan, intonasi suara, intensitas eye contact, kaidah 7-38-55 pun saya perhatikan. 


Alhamdulillah meski saya terkesan mengoreksi sikap suami tapi tidak menimbulkan ketegangan dan suami juga tidak marah. Malah suami mengiyakan dan akan berusaha memperbaikinya.

#hari4
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktik Gemarrapi Klaster Pakaian

Setelah melewati teori merubah mindset tentang gemarrapi, sampailah kami pada tahap praktik. Saya pilih pakaian untuk dibenahi di tahap awal. Alasannya, ingin mulai dari yang mudah terlebih dahulu. Berikut tahapan berbenah pakaian yang saya lakukan. Proses decluttering 1. Pakaian Saya mengkategorikan pakaian menjadi pakaian rumah, pakaian pergi, bawahan, jilbab, pakaian dalam dan kaos kaki. Alasannya agar lebih mudah dalam mencari saat akan digunakan.  2. Tas, sepatu dan aksesoris Untuk tas saya simpan di dalam lemari dengan metode bag in bag agar tidak makan tempat. Untuk sepatu, saya simpan di rak sepatu karna setelah decluttering sepatu saya hanya 1 untuk berbagai kebutuhan 🤭. Untuk aksesoris, karna saya tidak memiliki banyak aksesoris maka saya simpan di laci lemari pakaian. 3. Proses decluttering pakaian saya masih berlangsung, sempat saya lakukan di awal pekan kemarin tetapi karna suami mengajak keluar kota akhirnya proses decluttering terhenti. Kemar...

Praktik Gemarrapi Klaster Buku

Gambar: Perpustakaan SM Sekolah Alam Bogor TA 2016 Tibalah kami pada proses berbenah buku. Buku merupakan salah satu hal yang saya senangi. Saat-saat membaca buku adalah me time terbaik untuk saya selain traveling. Saya menyukai membaca buku bergenre novel, biografi, sejarah dan pengembangan diri.  Proses Decluttering Proses berbenah buku pribadi belum dapat saya lakukan pada pekan ini karena masih melanjutkan proses berbenah pakaian, sembari menunggu pak suami membuat rak peralatan pertukangannya serta bergantian menjaga mama mertua yang sedang sakit. Selain itu, karena baru merantau ikut suami selama 2 tahun dan saya belum membawa semua buku saya di kota sebelumnya, buku saya saat ini sangatlah sedikit -less than 20 hahaha- jadi cukup saya simpan dalam 1 lemari saja tanpa pengkategorian khusus. Buku-buku di rumah ini in Sya Allah sudah memiliki tempat, yaitu di lemari ruang tamu. Untuk buku digital, karena saya belum menyukai jadi saat ini saya tidak memiliki buku...

Clutter

Clutter  (baca: ‘kl Ə t Ə r) adalah Bahasa Inggris yang artinya kekacauan/ kebisingan/ kekusutan/ keributan. Dapat juga diistilahkan sebagai sesuatu yang tidak sedap dipandang, didengar maupun dirasakan.  Clutter  bisa ditemukan dimana-mana. Di rumah, di kantor/ berhubungan dengan pekerjaan, di social media, di alat kerja ( misal computer) ataupun refleksi ke dalam diri (misalnya kenangan #eaaa). Saat ini, saya sedang mengikuti kelas gemari pratama. Kelas ini diselenggarakan oleh  komunitas gemarrapi  (untuk cerita lebih lanjut tentang komunitas ini saya akan tulis nanti yaa in sya Allah). Nah, tulisan saya ini merupakan tugas pertama dari kelas gemari pratama (yaa namanya juga belajar pasti ada tugasnya doong untuk mengukur pemahaman siswanya, apalagi kelas ini dilaksanakan secara online). Tugas pertamanya adalah membuat list  clutter  yang ada di rumah dan men uliskan tujuan jangka panjang 5-10tahun ke depan, mengacu pada nilai RASA . Tari...