Langsung ke konten utama

Clutter


Clutter (baca: ‘klƏtƏr) adalah Bahasa Inggris yang artinya kekacauan/ kebisingan/ kekusutan/ keributan. Dapat juga diistilahkan sebagai sesuatu yang tidak sedap dipandang, didengar maupun dirasakan. Clutter bisa ditemukan dimana-mana. Di rumah, di kantor/ berhubungan dengan pekerjaan, di social media, di alat kerja ( misal computer) ataupun refleksi ke dalam diri (misalnya kenangan #eaaa).

clutter workshop

Saat ini, saya sedang mengikuti kelas gemari pratama. Kelas ini diselenggarakan oleh komunitas gemarrapi (untuk cerita lebih lanjut tentang komunitas ini saya akan tulis nanti yaa in sya Allah). Nah, tulisan saya ini merupakan tugas pertama dari kelas gemari pratama (yaa namanya juga belajar pasti ada tugasnya doong untuk mengukur pemahaman siswanya, apalagi kelas ini dilaksanakan secara online). Tugas pertamanya adalah membuat list clutter yang ada di rumah dan menuliskan tujuan jangka panjang 5-10tahun ke depan, mengacu pada nilai RASA. Tarik nafaaaaaaaas siap siap.


Baiklah saya akan mulai list clutter yang ada di rumah saya. FYI, saat ini saya tinggal berdua dengan suami di rumah lama keluarga suami. Rumahnya cukup besar dan nyaman sebetulnya. Akan tetapi masih ada beberapa tumpuk barang-barang peninggalan keluarga suami yang masih ada di rumah ini. Jadi, clutter di rumah kami adalah:

  • Barang peninggalan yang dampaknya membuat rumah tidak terlihat rapi karena barang-barang tersebut menumpuk di satu tempat dan belum kami sortir. 
  • Barang pribadi milik saya dan suami  yang belum memiliki “rumah”. Hal ini menyebabkan kami pusing sendiri dalam mencari barang tertentu yang ingin digunakan akhirnya membeli yang baru dan justru malah menumpuk barang.

Cita-cita terdekat kami adalah membuatkan “rumah” bagi benda-benda yang kami miliki dan mulai decluttering. Saat ini belum bisa kami lakukan karna saya sedang mendampingi suami mengawas proyek di luar kota. Sehingga rencana membuatkan “rumah” bagi benda-benda ini akan ter-pending sampai proyek ini selesai. Setelah itu, kami akan melakukan decluttering terhadap benda yang ada di rumah. Sejujurnya saya sangat bersemangat untuk decluttering namun terkadang ada sisi lain dari diri saya yang merasa sedih karna saya justru menambah sampah bagi bumi ini , terutama untuk benda yang sudah sangat tidak layak pakai.


Setelah melakukan decluttering nanti, cita-cita jangka panjang kami dalam 5-10 tahun ke depan adalah memiliki rumah sekaligus kantor konsultan arsitektur. Rumah kantor yang kami impikan haruslah yang rapi dan teratur (karna semua benda memiliki “rumah”), aman dan nyaman (karna benda yang kami miliki sesuai yang kami butuhkan/tidak menumpuk barang), sehat dan bersih (karna benda sudah memiliki “rumah” dan memiliki sebatas yang kami butuh sehingga tidak  lagi malas bersih-bersih) serta alami dan berkelanjutan (akan lebih rajin masak sendiri dan menanam sayuran sendiri di rumah).


Kalau teman-teman punya pengalaman dengan clutter atau decluttering? Bagi ceritanya juga di kolom komen yaa :)

  

#Task1GP #gemaripratama #angkatan1 #kelas6 #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu

Sumber:
1. Lecture 1_Gemari Pratama
2. gambar: https://www.infarrantlycreative.net/wp-content/uploads/2013/04/craft-room-ideas.png
3. gambar: https://s3.amazonaws.com/assets.cce.cornell.edu/slides/28931/image/sized/clutter2.jpg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktik Gemarrapi Klaster Pakaian

Setelah melewati teori merubah mindset tentang gemarrapi, sampailah kami pada tahap praktik. Saya pilih pakaian untuk dibenahi di tahap awal. Alasannya, ingin mulai dari yang mudah terlebih dahulu. Berikut tahapan berbenah pakaian yang saya lakukan. Proses decluttering 1. Pakaian Saya mengkategorikan pakaian menjadi pakaian rumah, pakaian pergi, bawahan, jilbab, pakaian dalam dan kaos kaki. Alasannya agar lebih mudah dalam mencari saat akan digunakan.  2. Tas, sepatu dan aksesoris Untuk tas saya simpan di dalam lemari dengan metode bag in bag agar tidak makan tempat. Untuk sepatu, saya simpan di rak sepatu karna setelah decluttering sepatu saya hanya 1 untuk berbagai kebutuhan 🤭. Untuk aksesoris, karna saya tidak memiliki banyak aksesoris maka saya simpan di laci lemari pakaian. 3. Proses decluttering pakaian saya masih berlangsung, sempat saya lakukan di awal pekan kemarin tetapi karna suami mengajak keluar kota akhirnya proses decluttering terhenti. Kemar...

Praktik Gemarrapi Klaster Buku

Gambar: Perpustakaan SM Sekolah Alam Bogor TA 2016 Tibalah kami pada proses berbenah buku. Buku merupakan salah satu hal yang saya senangi. Saat-saat membaca buku adalah me time terbaik untuk saya selain traveling. Saya menyukai membaca buku bergenre novel, biografi, sejarah dan pengembangan diri.  Proses Decluttering Proses berbenah buku pribadi belum dapat saya lakukan pada pekan ini karena masih melanjutkan proses berbenah pakaian, sembari menunggu pak suami membuat rak peralatan pertukangannya serta bergantian menjaga mama mertua yang sedang sakit. Selain itu, karena baru merantau ikut suami selama 2 tahun dan saya belum membawa semua buku saya di kota sebelumnya, buku saya saat ini sangatlah sedikit -less than 20 hahaha- jadi cukup saya simpan dalam 1 lemari saja tanpa pengkategorian khusus. Buku-buku di rumah ini in Sya Allah sudah memiliki tempat, yaitu di lemari ruang tamu. Untuk buku digital, karena saya belum menyukai jadi saat ini saya tidak memiliki buku...