Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Komunikasi Produktif #2

Masih seperti hari pertama dan akan berlanjut hingga 10 hari selanjutnya, saya mempraktikkan komunikasi produktif ini dengan pasangan. Selain untuk menajamkan komunikasi produktif dengan pasangan, qadarullah kami belum dikaruniai keturunan 😁. Hari ini kami full menghabiskan waktu berdua. Suami, baru saja menyelesaikan tugas sebagai pengawas lapangan pada proyek pembangunan "Geothermal Education Center" di Tomohon, meminta saya membantu mengangkat alat dan bahan sisa dari proyek tersebut. Tentu dengan senang hati kami lakukan bersama. Alat dan sisa bahan akan dibawa ke rumah kami di Manado.  Hari sudah sore saat kami tiba di lokasi. Langsung saja kami bergegas saling bantu menaikkan alat-alat ke mobil bak terbuka kami. Hampir setengah alat berhasil kami angkat ke mobil, sisa alat lainnya akan kami lanjutkan pengangkatannya besok. Selain karna hari sudah gelap, mobil kami pun sudah tidak muat. Sampai proses ini terjadi kami melakukan dengan senang hati dan sambil berse...

Komunikasi Produktif #1

Kali ini saya akan menceritakan tantangan komunikasi produktif dengan pasangan yang ditugaskan dari kelas Bunda Sayang batch #5. Postingan ini merupakan postingan pertama dari games ini.  Kami ngobrol tentang sekolah, perbedaan home schooling dan sekolah formal biasa lebih tepatnya. Saya lupa bagaimana awalnya hingga akhirnya kami membicarakan salah satu teman yang anaknya home schooling. Kami memiliki pendapat yang berbeda awalnya tentang home schooling ini. Suami berpendapat bahwa home schooling hanyalah memindahkan pelajaran sekolah umum ke rumah. Sementara menurut saya home schooling lebih dari pada itu karna lebih mengembangkan minat dan bakat anak.  Awalnya, karna perbedaan pendapat ini sempat mulai meninggi intonasi suara suami, tapi karna saya berusaha untuk tidak terpancing maka ikut turunlah intonasi suaranya. Selain itu sambil terus menatap suami dalam mengutarakan pendapat saya dan menggunakan kaidah 7-38-55 kami pun tidak sampai berantem seperti biasanya ...

Clutter

Clutter  (baca: ‘kl Ə t Ə r) adalah Bahasa Inggris yang artinya kekacauan/ kebisingan/ kekusutan/ keributan. Dapat juga diistilahkan sebagai sesuatu yang tidak sedap dipandang, didengar maupun dirasakan.  Clutter  bisa ditemukan dimana-mana. Di rumah, di kantor/ berhubungan dengan pekerjaan, di social media, di alat kerja ( misal computer) ataupun refleksi ke dalam diri (misalnya kenangan #eaaa). Saat ini, saya sedang mengikuti kelas gemari pratama. Kelas ini diselenggarakan oleh  komunitas gemarrapi  (untuk cerita lebih lanjut tentang komunitas ini saya akan tulis nanti yaa in sya Allah). Nah, tulisan saya ini merupakan tugas pertama dari kelas gemari pratama (yaa namanya juga belajar pasti ada tugasnya doong untuk mengukur pemahaman siswanya, apalagi kelas ini dilaksanakan secara online). Tugas pertamanya adalah membuat list  clutter  yang ada di rumah dan men uliskan tujuan jangka panjang 5-10tahun ke depan, mengacu pada nilai RASA . Tari...